Keyvanews OKU//BATURAJA – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli OKU Bersatu menggelar aksi damai di halaman Kantor Perum Bulog Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis (12/2/2026). Kedatangan massa bertujuan untuk menyampaikan aspirasi terkait buruknya kualitas distribusi beras bantuan dan dugaan pelanggaran regulasi pangan di wilayah OKU Raya.

Orasi di Halaman Kantor: Soroti Beras Tak Layak
Aksi dimulai sejak pagi hari dengan pengawalan dari aparat keamanan. Koordinator aksi, Antoni Caniago dan Jepri, S.Pd, secara bergantian menyampaikan orasi di halaman kantor. Mereka membawa empat poin tuntutan utama, di antaranya mendesak evaluasi mendalam terhadap kinerja Kepala Bulog OKU yang dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugas pendistribusian beras.

Baca Juga :Kriminalitas Meningkat Jelang HPN 2026: Dua Motor Wartawan di Baturaja Timur Raib dalam Semalam
”Kami hadir membawa suara masyarakat kecil. Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengeluh karena beras yang mereka terima kualitasnya sangat rendah dan tidak layak konsumsi. Kami juga menuntut transparansi terkait volume timbangan yang diduga tidak sampai 10 kg serta pengawasan ketat agar beras tidak jatuh ke tangan tengkulak,” tegas Antoni.
Audiensi: Bulog Sumsel Turut Hadir
Setelah melakukan orasi, perwakilan aliansi diterima masuk untuk melakukan audiensi. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Bulog OKU yang didampingi oleh Perwakilan dari Kantor Wilayah Bulog Sumatera Selatan (Sumsel). Pihak manajemen Bulog menunjukkan sikap terbuka dan menyatakan bahwa kritik dari masyarakat adalah hal yang penting.
”Kami sangat menghargai aspirasi dari rekan-rekan Aliansi Masyarakat Peduli OKU Bersatu. Hal-hal yang kurang baik yang disampaikan tadi, itu menjadi masukan berharga bagi kami untuk berbenah dan memastikan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik lagi,” ujar Kepala Bulog OKU di dampingi perwakilan Sumsel.
Ancaman Aksi ke Palembang dan Jakarta
Meski audiensi berjalan lancar, Antoni Caniago menegaskan bahwa aliansinya tidak akan berhenti begitu saja jika tidak ada perubahan nyata di lapangan. Ia mengancam akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi.
”Jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan kualitas dan tindakan tegas terhadap oknum yang bermain, kami pastikan akan menggelar aksi yang jauh lebih besar. Kami tidak ragu untuk mendatangi Kantor Wilayah Bulog Sumsel di Palembang, bahkan kami siap bertolak ke Bulog RI di Jakarta untuk melaporkan bobroknya pengelolaan pangan di daerah kami,” tegas Antoni dengan nada instruktif.
Apresiasi untuk Polres OKU
Di penghujung aksi, Antoni juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Resor (Polres) OKU.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres OKU dan seluruh jajaran personel yang bertugas. Berkat pengawalan yang humanis dan profesional dari rekan-rekan kepolisian, aksi damai ini dapat berjalan tertib sehingga aspirasi kami tersampaikan dengan baik,” pungkasnya.
Aksi berakhir dengan tertib dan massa membubarkan diri dengan pengawalan pihak kepolisian, sembari menunggu langkah nyata dari pihak Perum Bulog dalam beberapa hari ke depan.
Red Tim Keyva News












