SUMSEL – [KeyvaNews.com]
Dunia pergerakan aktivis Indonesia kini berada di titik nadir. Tragedi berdarah penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andre Yunus, bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan sebuah “Pesan Teror” terorganisir yang bertujuan membunuh keberanian rakyat.

“Wajah Pelaku Jelas di CCTV, Tunggu Apa Lagi Polri? Keadilan untuk Andre Yunus adalah Harga Mati!”
— Antoni Chaniago (Ketua SCW DPC OKU Raya)
Gerah dengan lambatnya pergerakan aparat, Ketua Sriwijaya Corruption Watch (SCW) DPC OKU Raya, Antoni Chaniago, angkat bicara dengan nada meledak-ledak. Sebagai narasumber utama, Antoni secara blak-blakan menuding adanya aroma pembiaran dalam kasus ini.
“Polisi Jangan Menjadi Penonton!”
Sambil menunjukkan tangkapan layar CCTV yang memperlihatkan aksi biadab para pelaku, Antoni menegaskan bahwa alat bukti sudah lebih dari cukup bagi kepolisian untuk bergerak cepat.
“Wajah pelaku itu terang benderang! Mereka beraksi di siang bolong seolah menantang hukum negara. Jika Polri yang punya ribuan intelijen tidak sanggup menangkap tikus-tikus pengecut ini, maka jangan salahkan rakyat jika kami meragukan profesionalitas Korps Bhayangkara!” tegas Antoni dengan suara menggelegar saat ditemui di ruang kerjanya.
Dugaan Konspirasi Aktor Intelektual
Antoni meyakini bahwa penyiraman air keras terhadap Andre Yunus adalah pesanan dari “papan atas” yang merasa terganggu oleh pergerakan kritis korban.
“Kami tidak hanya butuh si penyiram (eksekutor) yang ditangkap. Kami menuntut dalang di balik layar—sang aktor intelektual—untuk diseret ke muka publik! Jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas jika menyangkut kepentingan penguasa atau pengusaha korup,” cetusnya lagi.
Ancaman Gelombang Massa: Jakarta Akan Memutih!
Tidak sekadar menggertak, Antoni yang juga merupakan pentolan Aktivis Lintas Indonesia menyatakan bahwa konsolidasi besar-besaran tengah dilakukan di seluruh wilayah Sumatera.
Tuntutan Utama SCW & Aktivis Lintas Indonesia:
- Tangkap Segera: Seret eksekutor berbaju biru dalam rekaman CCTV ke dalam sel tahanan.
- Ungkap Motif: Bongkar siapa yang membayar pelaku untuk melakukan aksi penyiraman air keras tersebut.
- Pecat Pejabat Terkait: Jika kasus ini dibiarkan menguap, kami menuntut Kapolri mengevaluasi pimpinan wilayah di lokasi kejadian.
“Hukum Atau Jalanan!”
Menutup pernyataannya, Antoni memberikan maklumat yang menggetarkan. Jika tidak ada progres penangkapan yang signifikan dalam waktu dekat, ia memastikan ribuan aktivis lintas wilayah akan bergerak menuju Jakarta.
“Jika keadilan tidak ditemukan di kantor polisi, maka kami akan menjemputnya di jalanan. Aktivis Lintas Sumatera siap bergerak mengepung Mabes Polri! Darah dan air mata saudara kami Andre Yunus adalah harga diri yang harus dibayar mahal oleh para pelakunya!” tutupnya dengan nada penuh ancaman.












